Review Film Jadul: Saur Sepuh 1 (Satria Madangkara)

Diceritakan bahwa Bhre Wirabhumi, seorang raja separatis dari Pamotan yang kumisnya ada 3 (satu ada di atas bibir, dua ada di atas mata), berencana hendak memisahkan diri dari Majapahit. Alasannya sih karena sebagai putra selir dia merasa lebih berhak atas tahta Majapahit daripada Prabu Wikramawardhana yang isterinya putri dari permaisuri. Wirabhumi Si Kumis Tiga ini selain mendapat dukungan dari Amerika eh Cina, juga menggalang dukungan dari negara-negara kecil imperium Majapahit. Sponsor utama separatisme ini adalah kekaisaran Cina. You see? Jaman dulu pun sudah ada negara yang hobi mengobok-obok negara lain.


Kredit Gambar: jejakandromeda.com
Sementara itu tersebutlah negara kecil di Pasundan bernama Madangkara. Presiden eh rajanya adalah Brama Kumbara (Fendy Pradana). Madangkara memilih non-blok terhadap perseteruan Pamotan VS Majapahit. Brama Kumbara adalah ksatria sakti mandraguna. Paling-paling kelemahannya adalah nyemplung ke air lama-lama, karena ia takut kumis palsunya bisa copot. Brama adalah seorang poligamis yang setia. Istrinya Dewi Hanum (Aneke Putri) dan Paramita. Punya adik bernama Mantili Si Pedang Setan (Elly Ermawatie). Mantili bersuamikan Patih Gotawa (saudaranya Erwin Gotawa...Hush dengkulmu! Ngawur!) (diperankan Hengky Tarnando).

Brama punya semacam “pesawat jet pribadi”, semacam Air Force One berwujud rajawali animatronik raksasa. Ada kemungkinan si rajawali ini terlahir gigantis karena terkena mutasi radioaktif. Mungkin makanan induknya dulu tercemar limbah dari studio penempaan keris yang dibuang sembarangan. Rajawali ini mungkin punya semacam penyakit tengeng karena kalau terbang kepalanya tegak seperti celengan ayam.

Suatu ketika orang Pamotan bernama Tumenggung Bayan (Baron Hermanto) bikin ulah. Dia membunuh utusan Madangkara yang mau kirim surat ke Majapahit. Brama Kumbara menjadi marah dan ingin menghukum Tumenggung Bayan meskipun kematian utusan itu juga salah dia sendiri. Ia lupa bahwa sebenarnya ia bisa kirim surat lewat pos udara dengan nitip rajawali raksasa. Pastinya lebih cepat sampai.

Brama pun menantang Tumenggung Bayan untuk carok di pinggir hutan. Dengan mudah Brama membunuh Tumenggung Bayan dengan memanggangnya seperti ayam bakar kecap. Karena Tumenggung Bayan tewas, maka menurut adat yang berlaku di situ, isterinya melakukan adat bakar diri. Jadi ketika pejabat Pamotan mati maka isterinya juga akan ikut mati, bukannya dibagi-bagikan kepada bawahannya.

Kematian Tumenggung Bayan membuat beberapa orang jadi dendam. Tersebutlah Lasmini (Murty Sari Dewi), selingkuhan si Tumenggung Bayan yang jadi dendam pada Brama Kumbara. Begitu juga guru silat Tumenggung Bayan. Keduanya menantang kelahi dengan Brama, Dewi Hanum, Gotawa dan Mantili. Ini merepotkan misi Brama Kumbara cs yang saat itu sedang menjalankan misi diplomatik. Mereka harus mengirim beberapa surat diplomatik ke Pamotan dan Majapahit untuk memposisikan diri sebagai kerajaan non-blok.

Lagi-lagi Brama cs lebih suka repot-repot mengirim surat resmi lewat jalan darat. Kenapa ya?

Mungkin ada zona larangan terbang bagi rajawali raksasa di kerajaan. Dikawatirkan atap-atap keraton akan kena kotoran burung dalam jumlah masiv. Terbang pakai jurus juga nggak mungkin. Ajian semacam itu ada time limit-nya. Kirim pesan lewat telepati juga rentan pembajakan. Frekuensi gelombang komunikasi spiritual jaman itu memang mudah di-hack oleh pendekar jahat hacker kerajaan lain.

Atau mungkin pengen lihat beberapa perempuan Majapahit topless di jalanan? (bener loh, ada topless scene di Saur Sepuh 1 ini).

Dengan ajian Serat Jiwa Brama bisa mengatasi musuhnya. Ajian ini adalah semacam muntahan listrik yang bisa membakar musuh jadi abu. Saking asyiknya bertarung, Brama nggak sadar kalau Gotawa, Hanum dan Mantili disirep oleh Lasmini dan disembunyikan di suatu tempat.

Brama's Elctrical Scum

Di saat yang sama perseteruan Pamotan VS Majapahit memuncak jadi perang. Perang besar terjadi di sebuah lapangan tempat bermain anjing Snowie-nya Tintin (Serius lho! Ada anjing mirip Snowie sekilas lari di depan barisan berkuda).

Pihak Pamotan ternyata tak mendapat bantuan dari sekutunya sesuai rencana. Cuma ada sedikit prajurit Cina ikut bantu. Akibatnya Pamotan kalah dan Bhre Wirabhumi dihukum mati. Brama pun naik rajawali force one mencari keluarganya yang disembunyikan Lasmini.

Omong-omong sejauh saya nulis review sampai kayang gini, anda tahu SAUR SEPUH?

Kalau anda jawab, "Nggak tahu!" kalian (lu pade, kowe kabeh, awake peno, maneh sadayana) pasti kelahiran 90-an. Film hebat ini dibikin ketika kalian (90-an-ers) masih jadi enzim-enzim dalam beras, tempe dan tuak yang dikonsumsi calon orangtua kalian. Tanyalah orangtua kalian!

“Simbok, Saur Sepuh itu apa?”

Saur Sepuh adalah sandiwara radio yang laris di tahun 80-an sehingga sampai dibikin film. Ada total 5 film Saur Sepuh yang dibikin. Lengkapnya:

1st installment: SAUR SEPUH Satria Madangkara (Imam Tantowi 1988). Dalam film ini anda bisa lihat ratusan kuda dan gajah, rajawali animatronik raksasa paling keren dalam sejarah film Indonesia serta wanita Majapahit topless yang mungkin nggak banyak disadari orang.

2nd installment: SAUR SEPUH 2 Pesanggrahan Keramat (Imam Tantowi 1988). Dalam film ini ada adegan Brama Kumbara jadi raksasa mirip ultraman, ada Mantili memakai Lightsaber kayak di Star Wars dan visual effect perut tembus berlubang kena tembakan energi.

3rd installment: SAUR SEPUH 3 Kembang Gunung Lawu (Imam Tantowi 1990). Di film ini anda bisa lihat bagaimana 2 gadis seksi bacok-bacokan habis-habisan.

4th installment: SAUR SEPUH 4 Titisan Darah Biru. Apa ya yang bisa dilihat? Belum nonton he he he...

5th installment: SAUR SEPUH 5 Istana Atap langit (Torro Margens 1992). Di film ini anda bisa lihat koreografi, sinematografi dan editing ala film Hongkong. Orang-orang terbang dan berputar di udara dengan color garding kebiruan. Kostum Brama Kumbara didisain ulang dengan corak Dayak kalimantan. Yang jadi biksu Tibet wajahnya mirip Harry Tanoesoedibjo, bos-nya MNCTV. Tarung terus sampai nggak jelas ceritanya apa.

Satria Madangkara adalah film kolosal yang benar-benar kolosal sekolosal-kolosalnya yang kolosal banget. Rasanya belum pernah (dan mungkin tak kan pernah....hmmm wow) ada film yang digarap sekolosal ini dalam sejarah Indonesia. Ratusan kuda dan puluhan gajah dilibatkan dalam film ini.
Film dengan production value semegah Saur Sepuh adalah terobosan di Indonesia (atau Asia Tenggara?) di kala itu. Belum ada yang bikin seperti ini sampai sekarang.

Mungkin koreografi maupun spesial efeknya akan tampak jadul jika dibandingkan dengan jaman sekarang. Tapi ini masih jauh lebih hebat daripada apa yang ada dalam sinetron-sinetron laga di tivi saat ini (yang biasa tayang di tivi “cap iwak”). Lagipula, film ini dibuat tahun 1988 di Indonesia, bro! You know what? Tahun 88 itu jadul banget loh. Saat itu dinosaurus dan manusia purba masih mendiami pulau Jawa...halah lebay!

Enggak ding...tahun itu anak-anak di desa masih bermain dengan lempung, orang-orang kalau berak masih di sungai dengan bergelayut pada akar pohon dan yang punya tivi sekampung cuma segelintir oknum.

Anda harus nonton Saur Sepuh untuk menyadari bahwa kebanyakan film Indonesia saat ini dibuat dengan asal-asalan.


30 Desember 2012 pukul 22:58

Artikel dengan kata kunci terkait:

Bagikan artikel ini :

+ comments + 1 comments

March 3, 2018 at 3:06 PM

bang film nya mana

Post a Comment

 
Copyright © 2011.   GUGUN EKALAYA - All Rights Reserved
Thanks maturnuwun to MASTEMPLATE and also dumateng TUKARCERITA