Saur Sepuh 3 (Kembang Gunung Lawu, Imam Tantowi 1990): A Story About A Badass Woman

Kisah bermula dari Lasmini yang menjadi korban “gang rape” oleh para begundal sewaan suaminya sendiri, Basra. Ini akibat Lasmini yang “mbalelo” kepada Basra dengan pindah sendirian ke kota besar tanpa ijinnya. Setelah para begundal puas mem”begitu”kan Lasmini, ia dibuang ke jurang. Untunglah bahwa cerita silat selalu klise. Seorang Nenek Sakti menyelamatkannya. Maka Lasmini pun menjadi murid dari akademi silat sang Nenek Sakti. Di situ Lasmini belajar silat dan kadigdayan selama beberapa SKS. Bertepatan dengan rampungnya studi silat Lasmini, Sang Nenek Sakti meninggal (dengan cara yang terlalu mudah untuk orang sakti). Sebelum meninggal, Nenek Sakti sempat memberi Lasmini sebuah pedang bernama “Pedang Ular”. Nama yang unik. Memang biasanya sebuah pusaka diberi nama binatang tertentu, bukan sembarang binatang. Kita mungkin pernah dengar ada nama pedang naga, pedang kupu-kupu dan pedang rajawali. Namun kita belum pernah mendengar ada nama pedang kelinci, pedang kepik dan pedang cumi-cumi.

Saur Sepuh 3: Kembang Gunung Lawu
Kredit Gambar: andromedajunior.wordpress.com
Lasmini pun kemudian mengembara berbekal Pedang Ular dan hot pants gaya Majapahit. Untunglah ia tidak hamil akibat gang rape yang dulu. Mungkin para pelakunya pakai ajian kontrasepsi. Yang ia lakukan sebelum memulai hidup baru adalah membalas dendam pada para raper-nya (eh rapist maksudnya) termasuk Basra, mantan suami sekaligus biang keroknya. Mereka dibacok, dimutilasi dan dicolok matanya. Gory...


Hot pants Majapahit not available online

Yang makai hot pants kehausan karena cuaca sedang hot dan bikin dia tambah hot.
Cewek cakep mana minum sambil "ngglogok" langsung dari gayung?

Hot pants yang oke buat silat

Suatu ketika Lasmini menyelamatkan Paksi Jaladara bin Gotawa (putra Mantili ama Patih Gotawa) yang sedang kebut-kebutan bersama Raden Bentar bin Brama Kumbara. Jadi hobi kebut-kebutan nggak cuma monopoli geng motor lho ya. Cuma kalau jaman dulu namanya ya...geng kuda.

Melihat Lasmini, rupanya Raden Brondong eh Raden Bentar jadi jatuh cinta. Rupanya seleranya Raden emang tante-tante. Selepas kejadian itu Raden Bentar menjalin hubungan asmara dengan Lasmini (yang ternyata gemar brondong juga). Sesaat film Saur Sepuh berubah jadi musikal karena ada adegan nyanyi berdua. Lagunya tentang burung....saya lupa syairnya. Mungkin gini...

Oh burung satria
Hinggaplah di pangkuanku...…...........

Eh gitu bukan ya? Dengerin sendiri deh!

Hubungan tante-brondong ini jelas membuat gusar keluarga elit Madangkara terutama Mantili. Ia nggak rela ponakannya diracuni oleh janda gatal macam Lasmini. Ia pun melabrak Lasmini, mengancamnya bakal kena pasal hubungan seks dengan anak di bawah umur. Raden Bentar dan Lasmini harus “end!”.

Di rumah Raden Bentar sedih dan galau. Nggak bergairah hidup. Tiap hari hanya melamun dan main suling. Sulingnya ajaib sekali karena bunyinya mirip electone.

Sedangkan Lasmini tak kalah galaunya. Mengingat peristiwa pelabrakan itu, ia jadi marah dan dendam. Dari dulu ia selalu dihina dan dilecehkan. Ia bersumpah bahwa kelak setiap laki-laki akan bertekuk lutut di hadapannya. Saat melampiaskan marah sambil memukul tiang, tanpa sengaja ia menemukan sebuah “Illustrated Martial Art Manual” karangan gurunya.

Semoga segera diterbitkan Gramedia atau kalo tidak ada pdf-nya

Abis baca kitab langsung latian. Sungguh rajin

"Oh Sang Hyang Widi...berilah hamba jodoh seorang filmmaker yang bisa nge-blog..."

Duo Srigala?
Lasmini pun mempelajari kitab itu. Setelah melatih diri, ia menjadi sakti. Ia pun memantapkan diri menjadi penerus gurunya, Si Nenek Lawu alias nenek sakti yang menyelamatkannya. Nama perguruannya adalah Anggrek Jingga. Murid pertamanya adalah seorang gadis kurus berdada besar.

Sebenarnya ia ingin mengganti nama perguruan itu menjadi “Lasmini's Martial Art Academy” andai saja tak terikat hutang budi dengan gurunya. Tentu ia bisa membuka banyak jenis kelas dengan tarif mahal. Kelas yang mungkin bisa ia tawarkan:
  • Anti gang rape self defense course
  • Anti gravity tricking course
  • Energy blasting skill course
  • Flying with manualy removed wire course
  • Silat combat course for hot sexy woman
  • Dll.
Lasmini pun hendak mempublikasikan perguruannya di sebuah event. Kebetulan saat itu ada event semacam Vale Tudo di Gunung Saba. Kompetisi ini benar-benar no rules. Pakai teknik apa saja boleh: tinju, tendang, grappling (agak repot karena pertarungan berlangsung dia atas palang kayu dengan tombak ditanam di lantai). Paki senjata apapun boleh; senjata tajam, senjata tumpul, senjata biologis, senjata matematika...

Lasmini menantang seorang master silat bernama Panembahan Pasopati. Ajian Waringin Sungsang milik Panembahan Pasopati berhasil dikalahkan oleh Lasmini. Bahkan Panembahan Pasopati dibakar habis sampai matanya meleleh. Gory...
Murid-murid Panembahan Pasopati juga dihabisinya. Dipanggang massal.

Saat itu datanglah Mantili yang juga mau ikut kompetisi. Melihat Lasmini yang jumawa, ia pun bertarung dengannya. Lasmini ternyata sudah sedemikian sakti sehingga Mantili harus memakai kedua lightsaber-nya. Mantili bertarung dengan emosional, akibatnya ia malah kalah dan nyaris tewas oleh Lasmini. Untung saja Raden Bentar menghentikan Lasmini. Melihat tante-nya luka bakar, Bentar jadi benci pada Lasmini.

Is Mantili a Jedi Knight?
Lasmini galau lagi. Ia minggat dari Jawa. Sementara itu Mantili sewot dan malu karena kalah dari Lasmini. Brama pun menghiburnya. Brama lalu mengajari Mantili beberapa teknik gymnastic dan Parkour. Kata Brama, ilmu Lasmini tak usah dilawan. Mending dihindari terus agar Lasmini kecapaian mengeluarkan energi. Saat lemah itulah Lasmini bisa diperkosa eh salah maksud saya dihajar.

Kredit gambar: dwiwongtera.blogspot.com
Sekarang Lasmini bukan pesilat sembarangan. Maklum saja, ilmu yang dikuasai Lasmini setara dengan Ajian Serat Jiwa, Waringin Sungsang dan Lampah-Lumpuh digabung jadi satu. Betul-betul sebuah MMA (Mixed Martial Ajian).

Mantili yang merasa cukup skill minta restu Brama untuk menantang ulang Lasmini. Brama memperingatkan agar jangan sampai membunuh. Sementara itu Kijara dan Lugina, 2 murid terbaik dari Pasopati's Academy of Martial Art ingin balas dendam atas kematian gurunya.

Ilmu Lasmini yang tinggi bukan tandingan kedua orang itu. Sehingga hanya Mantili yang bisa menghadapinya. Film pun ditutup dengan duel seru dua jagoan seksi ini. Kapan lagi bisa lihat 2 tante seksi bacok-bacokan sambil terbang naik pelepah kelapa....

Dalam sekuel ke-3 Saur sepuh ini saya terpesona pada karakter kompleks Lasmini. Sebenarnya ia orang seksi eh salah maksud saya orang baik. Hanya saja ia selalu terbentur pada judgement orang lain. Dari kecil hidupnya susah. Karena seksi ia sering dilecehkan secara seksual. Akibatnya ia menjadi jahat dan ketus pada laki-laki. Baginya seakan-akan semua lelaki adalah buaya. Jika semua laki-laki adalah buaya tentunya semua perempuan punya suami buaya. Nggak tahu ding...

Iiiih ayuneeee Mbak Pendekar Hot...
Murti Sari Dewi sebagai Lasmini mencapai puncak keseksiannya di film ini. She was really hot badass “kinyis-kinyis” woman! Lihat gerakan silatnya, mantab bertenaga dan padat. Langkahnya bagaikan kucing lari di atas genteng, lincah. Kuda-kudanya bagai prasasti batu, sangat kokoh. Pukulan dan tendangannya mantab menggampar muka. Perlu stuntman paling cuma pas adegan salto. Belum ada lagi aktris laga seperti ini di Indonesia selama puluhan tahun (really?).

Sub judul Kembang Gunung Lawu memang terwakili dalam diri Tante (yup sekarang emang udah jadi tante ihik ihik) Murti Sari Dewi. This is story about a badass woman, kicking bastard's ass with awsome electric blasts!


31 Desember 2012 pukul 21:56

Artikel dengan kata kunci terkait:

Bagikan artikel ini :

+ comments + 1 comments

August 3, 2017 at 4:47 PM

Wow... kenapa saya baru menemukan blog ini sekarang ya?
Review-nya keren!

Dulu nonton ini di alun-alun Bandung waktu masih kecil dan langsung naksir ama Lasmini.

Post a Comment

 
Copyright © 2011.   GUGUN EKALAYA - All Rights Reserved
Thanks maturnuwun to MASTEMPLATE and also dumateng TUKARCERITA